Peran Assessment Center dalam Talent Management

Dalam beberapa dekade terakhir, Assessment Center sebagai salah satu metode untuk mengukur kompetensi sumber daya manusia telah menjadi sebuah konsep yang popularitasnya semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Apa alasan yang melatarbelakanginya?

Penggunaan Assessment Center menjadi pilihan organisasi karena tingkat validitasnya yang tinggiDari tahun ke tahun, berbagai bukti yang berkaitan dengan validitas Assessment Center telah terdokumentasikan (Scmitt, Gooding, Noe, & Kirsch 1984), sehingga hasil pengukurannya bisa menjadi prediktor kesuksesan performa kerja yang akurat. Dengan kekuatan tersebut, maka penggunaannya bisa diterapkan dalam proses seleksi, pengembangan, serta talent management.

Mengenal Assessment Center 
Assessment Center merupakan salah satu metode pengukuran kompetensi yang terstandarisasi, berbasis perilaku, dan menggunakan lebih dari satu metode, antara lain metode simulasi (analisa kasus, diskusi kelompok, bermain peran, atau in-tray), dan wawancara. Terkadang ditambahkan dengan pengukuran psikometri bila diperlukan, yang tujuannya untuk melakukan ‘konfirmasi’ ataupun memperkaya dinamika perilaku yang ditampilkan saat simulasi. Rangkaian kegiatan dan simulasi dirancang berdasarkan kompetensi spesifik yang diukur setelah dianalisa dari tuntutan pekerjaan yang diemban oleh karyawan tersebut.

Kegiatan ini melibatkan tim assessor yang terlatih untuk mengobservasi perilaku yang muncul. Penilaian ditentukan berdasarkan indikator perilaku sehingga pada akhirnya memberikan gambaran komprehensif mengenai kompetensi spesifik yang ada pada diri karyawan.

Implementasi penggunaan Assessment Center dimulai oleh perusahaan-perusahaan global seperti AT&T, Standard Oil, Sears, dan IBM, yang awalnya dirancang untuk menempatkan karyawan yang tepat untuk perluasan bisnis (Thornton & Byham, 1982). Metode ini dipakai karena memberikan kesempatan pada organisasi untuk melihat kandidat dalam area pekerjaan yang cukup berbeda dengan posisi mereka saat ini, karena di masa tersebut perusahaan-perusahaan ini melakukan ekspansi besar-besaran dan membutuhkan tim perintis yang kompeten untuk mewujudkan tujuan mereka.FirstAsia-Asmt--Center

Dari contoh di atas, terlihat bahwa hasil dari Assessment Center memberikan gambaran yang akurat dan mendalam mengenai kompetensi karyawan. Hal inilah yang kemudian membantu organisasi untuk menentukan titik kunci pengembangan dan penempatan karyawan tersebut ke depannya.

Korelasi dengan Talent Management
Dengan adanya proses yang teruji dan komprehensif untuk memetakan kekuatan dan kelemahan karyawan dari kegiatan Assessment Center, maka pelaku pengembangan sumber daya manusia di organisasi pun terbantu untuk menentukan langkah pengembangan yang tepat untuk karyawan. Konsep talent management saat ini tidak hanya terbatas dalam porsi merekrut kandidat yang tepat untuk sebuah posisi, namun juga mengeksplorasi kualitas lainnya untuk kemudian dikembangkan dan membuahkan hasil yang sesuai harapan.

Hasil Assessment Center dapat membantu organisasi untuk memetakan talenta yang paling tepat untuk sebuah posisi, tidak hanya berdasarkan passion dan potensi saja, namun sampai pada level kompetensi yang sudah menunjangnya untuk mencapai performa optimal di posisi tersebut. Dengan identifikasi tingkat perbedaan antara kompetensi yang dibutuhkan versus yang telah dimiliki oleh karyawan, maka bentuk pengembangan individual seperti coaching, counseling, dan pelatihan akan dapat dirancang. Selain itu, ketika kompetensi karyawan telah diukur dengan komprehensif, maka meningkatkan kesempatan bagi karyawan yang kompeten untuk mendapatkan perlakuan yang adil dari organisasi tempatnya bekerja dan membantu mereka mempersiapkan diri untuk jenjang karir berikutnya.

Klasifikasi kompetensi pegawai mempermudah perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik yang bisa ditempatkan pada posisi kunci untuk menyokong pertumbuhan bisnis perusahaan. Dengan sumber daya manusia yang kompeten dan teruji, maka ‘misi dan tujuan’ perusahaan untuk berkembang pun akan lebih mudah terealisasi. (Intan Martha)