22 Des 2018

Kebesaran AC Milan Dengan K-In Franco Baresi

Para pecinta klub sepakbola Italia AC Milan tentu masih mengingat masa jaya AC Milan pada era akhir 1980an hingga awal 1990an. Ketika itu AC Milan dikenal menjadi salah satu tim terkuat baik di Liga Italia maupun di Liga Champion Eropa. AC Milan pada era tersebut bahkan dikenal dengan sebutan “The Dream Team” (Menicucci, 2015). Di masa itu, selain AC Milan langganan menjadi scudetto alias Juara Liga Italia Serie A, AC Milan juga beberapa kali menjadi juara Piala Champion Eropa. Kombinasi yang sempurna antara pemain lokal Italia dengan pemain asing menjadikan AC Milan di masa itu menjadi tim terkuat dan sangat disegani di Italia dan Eropa.

Pemain yang menjadi dirijen dan sekaligus pemimpin AC Milan di masa itu adalah libero Franco Baresi. Sekilas Baresi memang kurang terdengar glamour dibandingkan pemain bintang lainnya seperti Ruud Gullit, Roberto Donadoni atau Marco Van Basten. Akan tetapi Baresi justru menunjukkan karakternya sebagai pemimpin. Baresi mampu mengambil inisiatif memimpin dan mengembangkan permainan rekan-rekannya secara optimal. Penampilan Baresi yang konsisten dalam dua dekade menjadikan Baresi menjadi salah satu legenda AC Milan sangat dihormati. Atas prestasi dan pengabdian Baresi tersebut, AC Milan memberikan penghargaan dengan mengabadikan nomor punggung 6, nomor punggung Franco Baresi di AC Milan, yang artinya nomor punggung 6 tidak akan dipakai pemain lain di AC Milan (WhatCulture, 2013).

Yang dilakukan Franco Baresi memang luar biasa. Bermodalkan rekan-rekan pemain dari manca negara, Baresi muncul sebagai dirijen untuk memimpin pemahaman dan gaya permainan AC Milan yang khas pada masa itu. Pemain-pemain AC Milan mengikuti arahan Baresi untuk memainkan peranan sesuai dengan posisi dan tanggung jawabnya masing-masing. Gaya AC Milan ketika itu menjelma menjadi tim super, yang menjadikan permainan sebagai “harta kekayaan” AC Milan karena dengan “harta kekayaan” itu, AC Milan sukses meraih piala demi piala pada kompetisi bergengsi yang diikutinya. Boleh di kata saat itu hampir tidak ada klub lain yang mampu membendung sepak terjang AC Milan, baik di Liga Serie A Italia dan Liga Champion Eropa. Franco Baresi terbukti mampu memainkan peran inisiatif sebagai pemimpin (initiator) yang mengarahkan rekan-rekannya untuk berkontribusi maksimal sehingga mewujudkan penampilan tim AC Milan yang sangat solid (knowledge manager). Baresi menjadi cerminan dan figur pemimpin AC Milan di masa jaya ketika itu. Sehingga Baresi identik dengan kebesaran AC Milan dan demikian juga sebaliknya, kebesaran AC Milan tentu identik juga dengan dirijennya yaitu Baresi.

Peran leadership yang dijalankan oleh Franco Baresi adalah peran Knowledge Manager – Initiator (K-In). Kalau kita ingat kembali definisi K-In adalah sebagai berikut:

Knowledge Manager: I am responsible for the knowledge generated by my staff. I encourage my staff members to acquire competencies and gather knowledge in their respective fields. I ensure that relevant individual knowledge is made available to others and thus converted into company knowledge.

Initiator: I set thing in motion, I make clear what I want to achieve or what is required and initiate this. Maybe I need to launch an activity which I personally cannot carry out. Maybe the solution must be created in cooperation with others. Nonetheless, I set the wheels in motion.

Sebuah artikel ilmiah dari Lakshman (2007) mencatat bahwa salah satu keberhasilan Jack Welch adalah menerapkan kepemimpinan berbasis knowledge perusahaan. Jack Welch mampu mencetak kader-kader pimpinan unit kerja yang selaras dengan visi dan misi pengembangan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi yang kuat membuthkan knowledge organisasi yang kuat pula, dan Jack Welch sadar betul akan hal ini. Dia memastikan bahwa pekerja harus memiliki pengetahuan yang dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan perusahaan. Selain itu, Jack Welch melakukan kerjasama yang baik dan memberikan arahan yang jelas terhadap karyawan yang dibinanya. Sehingga perusahaan menjadi perusahaan raksasa yang tangguh melalui kepemimpinan berbasis  knowledge.

Referensi

Lakshman, C. 2007. Journal of Change Management, Volume 5 Issue 4, halaman 429-446.
Menicucci, P. 2015. http://www.uefa.com/uefachampionsleague/news/newsid=2213362.html#/, ditampilkan 20 Desember 2017.
Richardson, A. 2016. https://www.thesun.co.uk/sport/football/1833874/franco-baresi-and-paolo-maldini-conceded-just-23-goals-at-heart-of-ac-milan-in-196-matches/, ditampilkan 20 Desember 2017.
WhatCulture. 2013. http://whatculture.com/sport/11-players-whove-had-their-shirt-number-retired, ditampilkan 20 Desember 2017.