From Good to Great People

Jim Collins dalam bukunya “Good to Great” memberikan inspirasi tentang pembangunan kualitas sumber daya manusia agar perusahaan tumbuh berkembang menjadi pemain yang kuat ditengah persaingan bisnis yang ketat dewasa ini. Membangun kualitas Great People adalah tantang­an terberat dalam organisasi, memerlukan energi, pikiran, pengorbanan, waktu, dan proses yang cukup panjang, bahkan biaya besar untuk mewujudkannya.

Siapakah sosok Great People yang sering menjadi impian dan harapan banyak perusahaan? Apa bedanya dengan Ordinary People dan Good People? Great Peopleadalah para kontributor positif yang secara signifikan memberikan andil terbesar dalam kemajuan organisasi. Mereka seolah tidak tergantikan oleh kualitas karyawan lainnya yang berbeda.

Ordinary People adalah karyawan berlabel biasa yang hanya memberikan kemampuan apa adanya, tanpa ada upaya untuk membangun dirinya tampil lebih baik dari sebelumnya. Dalam istilah Paul G. Stoltz pada bukunya “Adversity Quotient” (mengubah hambatan menjadi peluang), Ordinary People berada pada Quitters Group, mereka yang telah berhenti untuk berkembang dan berjuang.

Good People sebagai sosok yang lebih baik dari karyawan biasa. Mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya, tetapi berhenti untuk berkembang dan maju. Mereka berada pada Campers Group, artinya “berkemah”, karena merasa telah cukup berhasil dan menikmatinya tanpa ada upaya lagi untuk lebih me­ningkat dan berkembang.

Great People adalah mereka dalam Climbers Group, zona pendakian, selalu berupaya meningkatkan kemampuan dan kualitas diri agar tampil lebih baik dari kemarin. Great People dapat bertransformasi dari Ordinary menjadi Good People, sebelum meru­bah sosok sebagai Great People. Mereka inilah yang menurut Paul G. Stoltz sosok yang mampu mengubah banyak hambatan menjadi peluang dan kesuksesan. Mereka yang berkontribusi besar dalam sukses sebuah organisasi.

Dalam perjalanan waktu, perusahaan menginginkan adanya sosok Great People dalam organisasi mereka. Ibarat “angsa bertelor emas” itulah simbol Great People. Jumlah mereka seperti piramida puncak dalam organisasi. Hanya sedikit dari sekumpulan orang yang berjadi Great People, tetapi kontribusinya sangat besar bagi kemajuan perusahaan.
Menurut Jim Collins dibutuhkan beberapa parameter dalam menciptakan Great People yang selalu bergerak ke atas untuk berkembang, seperti:

1.     Pembangunan mindset dan nilai-nilai terhadap Great People,
2.     Kepemimpinan dalam tindakan yang benar, memberi contoh, sederhana tapi profesional
3.     Membangun kemampuan setiap orang agar menjadi aset perusahaan
4.     Perilaku dan sikap disiplin,
5.     Organisasi yang mau membuka fakta akan segala masalah yang terjadi dan mencari jalan keluar terbaik demi perubahan dan kemajuan bersama
6.     Pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi demi peningkatan kualitas manusia

Ritzs Carlton Hotel Group, telah membuktikan pembangunan sumber daya manusia melalui prinsip kapitalisasi yaitu mendayagunakan kesempatan yang ada, mengungkit semua kemampuan yang dimiliki, memanfaatkan dengan sekuat tenaga semua pembelajaran, dan belajar dari orang lain yang sukses. Kisah Ritz Carlton adalah sukses menjadi icon dan trendsetter bisnis perhotelan dunia.

Mereka merumuskan sukses melakukan human capital development sebagai pilar dalam pemasaran industri hotel mereka. Dengan Great People sebagai aset terpenting perusahaan yang memberikan kemajuan bagi perusahaan berkat pelayanan luar biasa kepada setiap pelanggan dengan meninggalkan “memorable customer experiences” – pengalaman suka cita dari pelanggan yang tidak terlupakan sebagai kata kunci sukses membuat pelanggan menjadi loyal.

Serupa dengan Jim Collins yang berkeyakinan  sumber daya manusia adalah aset terpenting organi­sasi, maka Ritz Carlton mengembangkan prinsip pelatihan yang berkesinambungan dan repetisi sebagai cara menciptakan aset manusia menjadi Great People. Perusahaan yang dikelilingi Great People akan melaju kencang dalam persaingan bisnis yang ketat.

Hal yang sama dikemukakan oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne yang menginspirasikan melalui konsep “Blue Ocean Strategy”, atau strategi samudera biru, bahwa salah satu pilar utama kesuksesan dalam berkompetesi adalah membangun organisasi solid yang berisikan nafas dan aura kerjasama mulai dari top level sampai para eksekutor di lapangan. Prinsip samudera biru pada pembangunan sumber daya manusia lebih menekankan kepada pembangunan manusia dengan prinsip kapitalisasi sehingga mereka bisa tampil berbeda secara jelas dan signifikan dibandingkan orang lain. Kesuksesan perusahaan karena berhasil meningkatkan kualitas sumber daya manusia, para eksekutor di lapangan untuk memberikan yang berbeda dan terbaik kepada perusahaan dan para pelanggan.

Banyak contoh Great People dalam hidup ini yang memberikan kita inspirasi. Contohnya Bill Gates, Steve Jobs, Michael Jordan, Serena Williams, Albert Einstein, dan masih banyak lagi. Perusahaan-perusahaan seperti Singapore Airlines, Toyota, Lego, Ritz Carlton, ISS A/S – perusahaan facility services terbesar dunia dari Denmark, G4S – perusahaan jasa sekuriti terbesar dunia dari Inggris, dan lain lain, sukses karena dibangun dari kualitas Great People di dalam organisasinya.

Semoga inspirasi pembangunan Great People memberikan kepada kita wawasan yang lebih lengkap, dalam dan tajam demi membangun organisasi atau perusahaan yang sukses dan berkembang di masa mendatang.

(Diadaptasikan dari tulisan Husen Suprawinata, mantan CEO American Standard, ICI Paints, dan kini sebagai Certified Executive Coach dan Executive Partner MKI)